Chuyển tới nội dung
Trang chủ » Blog » Kelima berkomitmen untuk berkompetisi dalam pemilu 2024

Kelima berkomitmen untuk berkompetisi dalam pemilu 2024

    “Dan telah sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22-24/PUU-VI/2008 pada tanggal 23 Desember 2008 yang sudah dijalankan dalam tiga kali pemilu dan gugatan terhadap yurisprudensi akan menjadi preseden yang buruk bagi hukum kita dan tidak sejalan dengan asas demokrasi,” tutur Airlangga.
    Ketiga, delapan parpol meminta agar KPU menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu dengan netralitas.
    “Menjaga netralitas dan independensinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” imbuh Airlangga.
    Keempat, delapan parpol mengapresiasi pemerintah yang telah menganggarkan anggaran Pemilu 2024 dan meminta KPU agar tetap menjalankan tahapan-tahapan Pemilu 2024, yang telah disepakati bersama Pemerintah dan DPR.
    “Kelima berkomitmen untuk berkompetisi dalam pemilu 2024 secara sehat dan damai dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar tetap memelihara stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi,” tutup Airlangga.
    Hadir dalam pertemuan itu elite 7 parpol yang ada di parlemen. Gerindra tidak hadir tapi menyatakan setuju dengan poin kesepakatan. Hanya PDIP yang tak hadir dalam pertemuan tersebut.
    Psikolog: Media Sosial Berdampak pada Penurunan Rasa Bahagia Remaja
    Media sosial tak hanya memberikan dampak yang positif bagi penggunanya, tapi juga memiliki dampak negatif. Salah satu dampak negatif yang kerap dirasakan oleh remaja saat menggunakan media sosial adalah suka membanding-bandingkan kehidupannya dengan dokter anak orang lain.
    Hal inilah yang tentu membuat kesenjangan bagi remaja yang menyebabkan rasa insecure maupun kurangnya rasa percaya diri itu muncul.
    “Jadi di media sosial bisanya seseorang cenderung akan memposting sisi-sisi yang idealnya saja dalam hidupnya, sehingga sosial media bisa menjadikan anak menjadi patokan standar ideal, standar yang kita inginkan tapi terkadang itu enggak realistis, sehingga kalau kita kemudian menyadari bahwa kita enggak secantik dia, enggak sekeren dia, dan sebagainya itu akan berpengaruh pada kepercayaan diri ini,” kata psikolog Citra Ayi Safitri saat berbincang dengan kumparan, Minggu (8/1).
    Citra menyebut dampak yang dirasakan remaja pada saat menggunakan media sosial berhubungan dengan dua keadaan, yaitu well-being dan ill-being. Di mana well-being merujuk pada istilah keadaan yang memiliki rasa bahagia, sedangkan ill’being merujuk pada keadaan penurunan rasa bahagia.

    Trả lời

    Email của bạn sẽ không được hiển thị công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *